Pilih Laman

Magetan, CBS
Warga Cemorosewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, berharap ada sarana kesehatan yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan diwilayah tempat tinggal mereka.

Alasannya, jarak Cemorosewu menuju Kecamatan Plaosan sangat jauh. Belum lagi mereka harus melewati hutan belantara lereng gunung lawu. ” Kami terpaksa ke Tawang Mangu, Jawa Tengah jika sakit, karena ke Plaosan sangat jauh,” kata Ratmiati (60) warga dusun Cemorosewu, Kamis (26/4).

Akibat berobat ke luar wilayah, ratusan warga Cemorosewu tidak dapat menikmati bantuan biaya kesehatan yang disiapkan Pemkab Magetan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Magetan setiap tahun. ” Kami bayarnya mahal, karena KTP kami Magetan,” keluh Ratmiati.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, Furiana Kartini, mengaku belum menemukan lahan yang akan dibangun sarana kesehatan diwilayah Cemorosewu. ” Tahun 2016 kami telah anggarkan Rp 600 juta untuk pengadaan lahan, karena tidak terserap kembali ke Kas daerah (Kasda),” ujarnya.

Menurut Furiana, saat ini pihaknya masih menunggu kajian appraisal untuk  pengadaan lahan diarea Cemorosewu. ” Kita tunggu saja tim appraisal untuk lahan disana,” pungkasnya.

Sebagai informasi, diwilayah perbatasan Jawa Timur- Jawa Tengah tersebut ada 50 KK yang telah tinggal sejak puluhan tahun lalu. Ironisnya, hingga kini mereka  belum menikmati fasilitas kesehatan yang diberikan Pemkab Magetan secara maksimal.

Norik – Bagaskarafm Magetan

 

 

Karyawan Hay Kafe Dianiaya Pakai Airsoft Gun,Kapolsek : Terlapor Terindikasi Pengaruh Miras!
Mayat Wanita Hancur Ditabrak KA.