Pilih Laman

Magetan,CBS
Polisi menetapkan Ngadiyanto (60) warga Desa Tunjungan, RT 05/ RW 01, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sopir bus Nopol AE 7059 M, sebagai tersangka kasus laka tunggal bus wisata di jalan raya Ngerong-Sarangan, Minggu (22/4) kemarin.

Hasil penyidikan Satlantas Polres Magetan, kecelakaan yang menewaskan tiga wisatawan tersebut akibat Human Error.
” Kondisi kendaraan layak pakai dan baru diuji KIR, jadi penyebab laka Human Error, ” kata AKBP Muslimin, Kapolres Magetan, Senin (23/4).
Polisi menjerat tersangka dengan pasal 310 ayat 4 UULAJ Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Laka Lantas, ancaman hukuman paling lama 6 Tahun dan denda Rp 120 Juta.

Diuraikan Kasat Lantas Polres Magetan, AKP Hankie Fuari Putra, tersangka Ngadiyanto awalnya memakai gigi tiga ketika masuk wilayah Ngerong, setelah sampai ditanjakan maut tersebut sopir mencoba mengurangi ke gigi dua,  ironisnya mesin kendaraan malah kehilangan tenaga selanjutnya mesin mati dan tergelincir ke belakang terjun ke dasar jurang. ” Sopir mencoba mengurangi gigi, nahasnya malah kehilangan tenaga dan mesin mati,”  ungkap Kasat Lantas Polres Magetan.

Diberitakan sebelumnya, Laka di tanjakan Ngerong, Kecamatan Plaosan mengakibatkan tiga penumpang tewas, yakni Rima Irawati (36), Sri Tamini (46) serta Fania Febriyani (3). Ketiga korban warga RT 04/ RW 03, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.

Norik – Bagaskarafm Magetan

Jelang Ramadan, Harga Bahan Pangan Aman.
Warga Kediri Tewas Didalam Bus