Pilih Laman

KOMPAS/ADI SUCIPTO K

Gresik -  Kandungan gas metan semburan lumpur di Gresik, Jawa Timur, meningkat dari 27 persen menjadi 36 persen. Jumlah metan pada semburan itu pun memasuki batas daya ledak rendah atau low explosive limit.

Untuk mengantisipasi kebakaran atau ledakan dari pusat semburan lumpur, Pemerintah Kabupaten Gresik membuat tanggul. Tanggul dengan radius 100 meter itu mengelilingi pusat semburan.

Genangan lumpur di area waduk kering di Desa Metatu kian meluas setelah lima hari lumpur menyembur. Bahkan, lumpur bercampur minyak tanah.

Peneliti production tehnician joint operating body PT Pertamina Petrochina East Java, Misbach, mengatakan kandungan gas metan di semburan meningkat. Kondisi itu membahayakan. Sebab,metan merupakan gas yang mudah terbakar.(RRN)

metrotvnews.com

 

Tembok Bekas Kerajaan Jadi Pematang Sawah
Supercar Seksi dari Belanda