Pilih Laman
Magetan-
Kegagalan Adipura Tahun 2018 serta dugaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab Magetan menjadi makelar rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), menjadi amunisi sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan untuk melontarkan kritik menohok kepada Bupati Magetan Suprawoto.
Fraksi Gerindra, Fraksi Nasdem, Fraksi PDI Perjuangan serta Fraksi Karya Pembangunan Nurani (KPN) kompak mempertanyakan kepada Bupati Magetan atas kegagalan Kabupaten Magetan mempertahankan Adipura 2018.
Selain menuntut jawaban atas gagalnya Kabupaten Magetan mendapatkan Adipura, 4 Fraksi tersebut juga mempertanyakan dugaan praktik calo rekrutmen CPNS yang menyeret nama sejumlah ASN dilingkup Pemkab Magetan.
Fraksi – fraksi DPRD Magetan menyesalkan, awal tahun pemerintahan Suprawoto- Nanik Endang Rusminiarti (ProNa) tersebar berita Makelar CPNS serta kegagalan mempertahankan penghargaan Adipura yang kerap diterima Kabupaten Magetan. ” Kami menyesalkan Adipura harus lepas, padahal penghargaan ini sangat penting,” kata Karmini, Ketua DPRD Magetan, Kamis ( 17/1).
Disisi lain, Ketua Dewan berharap, Bupati Suprawoto membersihkan nama Kabupaten Magetan dari kabar dugaan ASN yang menjadi makelar CPNS. ” Bupati segera perjelas kasus makelar CPNS, jatuhkan sanksi tegas jika ada ASN yang terlibat, agar nama Kabupaten Magetan kembali dikenal baik oleh Publik,” desak Karmini.
Sebagai informasi, ketika Kota/Kabupaten tetangga euforia merayakan kesuksesan meraih Adipura sebagai bukti keberhasilan menciptakan wilayah bebas sampah dan peduli lingkungan, Kabupaten Magetan harus meratap.
Kondisi tersebut diperparah dengan kasak – kusuk  diinternal Pemkab Magetan terkait sejumlah ASN yang  diduga terlibat praktik makelaran rekrutmen CPNS. ” Kami prihatin atas apa yang terjadi di Kabupaten Magetan,” pungkas Ketua DPRD Magetan.
  • Norik CBS
Hina Panglima TNI, Netter @Galuh Setiyaji Terancam Penjara 6 Tahun dan Denda 1 Miliar.
Kantongi SK Gubernur, Tunjangan GTT SMK Negeri Tidak Cair Setahun.