Pilih Laman
Magetan-
Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mengaku kaget, dengan alih fungsi salah satu bangunan Stadion Yosonegoro yang rencananya untuk pembelian tiket kini berubah menjadi lokasi makan – minum (Mamin).
Legislator mempertanyakan latar belakang bangunan yang didanai Pemkab Magetan tahun 2016 sebesar Rp 865 juta tersebut, kini malah pindah tangan kepada pihak non Pemerintah. ” Bagaimana prosesnya kok bangunan tiketing kini jadi lokasi makan- minum,” kata Suratman, Wakil Ketua DPRD Magetan, Minggu (3/2).
Suratman memastikan akan membongkar fakta, dibalik alih fungsi bangunan stadion Yosonegoro yang kini menjadi lokasi Mamin tersebut.” Akan cari tahu prosesnya hingga berujung alih fungsi tersebut, karena sudah tidak benar, masak bangunan untuk tiket kini jadi Kafe,” tegas Wakil Ketua DPRD Magetan.
Menumpuknya persoalan Stadion Yosonegoro membuat wakil rakyat mempertanyakan komitmen Pemkab Magetan untuk membangkitkan Persatuan Sepakbola Magetan (Persemag) yang kini mati suri. ” Belum reda kasus rusaknya lapangan stadion yang berdampak gagalnya seleksi tim sepakbola Porprov Jatim, kini malah bangunan tiket alih fungsi jadi tempat Mamin, kami  jadi  mempertanyakan keseriusan Pemkab Magetan untuk membangkitkan Persemag,” ungkap Suratman.
Sebagai informasi, bangunan tiket stadion Yosonegoro yang kini alih fungsi menjadi lokasi makan – minum dibangun tahun 2016. Pemkab Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya dan Bina Marga (CKBM) mengucurkan dana Rp 865.988.000,-. Proyek tahap III (tiga) Stadion Yosonegoro tersebut mulai dikerjakan 31 Agustus selesai dikerjakan 31 Desember 2016.
  • Norik
2 Bulan 2 Anak Meninggal Dunia Karena Demam Berdarah.
Ke Magetan, Presiden Jokowi Semangati Pelaku UKM.