Pilih Laman

Magetan-
Sejumlah pemilik toko kelontong serta kios dipasar tradisional Kecamatan Parang, mendapat sosialisasi bahaya menjajakan barang yang seharusnya kena cukai namun tidak dilengkapi dengan pita cukai dari PemKab Magetan melalui Bagian Administrasi Perekonomian Setdakab Magetan.
Hukuman penjara satu tahun hingga lima tahun menanti bagi pemilik toko yang nekat menyediakan barang kategori ilegal tersebut. ” Ancaman hukumanya jelas, jadi kami harap tidak ada pedagang yang menjajakan barang yang seharusnya kena cukai, namun tidak dilengkapi cukai, misalnya rokok tanpa pita cukai,” kata Furiana Kartini, Kepala bagian (Kabag) Administrasi Perekonomian PemKab Magetan, Rabu ( 24/4).
Dasar hukum untuk menjerat penyedia barang tanpa cukai disebutkan pada Undang- Undang (UU) Nomor 39 tahun 2017 Tentang Cukai. Disebutkan dalam pasal 54, Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang  kena cukai  yang  tidak  dikemas  untuk  penjualan  eceran  atau  tidak  dilekati  pita cukai  atau  tidak  dibubuhi  tanda  pelunasan  cukai lainnya  sebagaimana  dimaksud  dalam Pasal  29  ayat  (1)  dipidana  dengan  pidana  penjara  paling  singkat  1  (satu)  tahun  dan paling  lama  5  (lima)  tahun  dan/atau  pidana  denda  paling  sedikit  2  (dua)  kali  nilai  cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.
Hukuman kuruangan badan serta denda untuk penyedia barang ilegal tersebut juga disebutkan pada Pasal 56, UU 39/2017 Tentang Cukai, Setiap orang  yang  menimbun,  menyimpan,  memiliki,  menjual,  menukar,  memperoleh, atau  memberikan  barang  kena  cukai  yang  diketahuinya  atau  patut  harus  diduganya berasal  dari  tindak  pidana  berdasarkan  undang-undang  ini  dipidana  dengan  pidana penjara  paling  singkat  1 (satu)  tahun  dan  paling  lama 5 (lima)  tahun  dan  pidana  denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.
Disisi lain, warga yang membeli barang dengan dilengkapi pita cukai, telah memberikan dukungan kepada Negara melalui Pendapatan Negara yang kelak akan diwujudkan dengan Pembangunan Infrastruktur serta Peningkatan Layanan Kesehatan bagi masyarakat. ” Dengan membeli produk yang legal, artinya kita ikut membantu pendapatan daerah atau negara, yang nantinya juga dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan atau lainya,”jelasnya.
Sosialisasi bahaya memperjual-belikan produk non cukai tersebut juga dihadiri petugas Bea Cukai Madiun, Bambang Irawan. Menurutnya, pemilik kios atau pengusaha toko kelontong akan rugi material dan moral jika sampai terjerat UU Tentang Cukai. ” Sesuai pasal 54 dan atau pasal 56 UU Nomor 39 tahun 2017 tentang cukai, sudah jelas pembeli dan penjual dapat dijerat pidana,” pungkasnya.

Norik

17 Destana Terbentuk Di Magetan. 
Generasi Milenial Magetan Diminta Menjaga Alat Reproduksi.