Pilih Laman
Magetan-CBS
15 tahun  kasus program ekonomi kerakyatan bertajuk Intan Persada, yang digelontorkan Pemkab Magetan tahun 2003 sebesar Rp 7 miliar, hingga kini belum kelar.
Pemkab Magetan masih menyisakan tunggakan Rp 478,058,583, yang berada ditangan 42 kreditur. ” Hingga kini masih ada tunggakan Rp 487 juta, ” kata Condrowati, Kabag Administrasi Perekonomian Setdakab Magetan, Jumat (3/8).
Nahasnya, sebagian besar kreditur mancet program Intan Persada telah menghilang. ” Hanya 8 kreditur yang potensial, sisanya non potensial, tidak ada ditempat,” jelas Condrowati.
Disisi lain, alih – alih dapat menuntaskan program kredit mancet itu, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Magetan tiap tahun malah tersedot untuk biaya penagihan kepada kreditur buruk tersebut.
Data yang dihimpun, tahun ini Pemkab Magetan menggelontorkan Rp 20 juta untuk akomodasi juru tagih kredit mancet Intan Persada. ” Biaya penagihan Rp 20 Juta,” ungkap Kabag Administrasi Perekonomian Setdakab Magetan.
Sebagai informasi, kredit ekonomi rakyat Intan Persada digelontorkan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan bekerja sama dengan Bank Jatim pada tahun 2003. Total dana di APBD yang dialokasikan untuk kredit itu sebanyak Rp 7 miliar. Kredit itu untuk pemberdayaan ekonomi rakyat di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, koperasi, dan usaha kecil dan menengah.
Kemudian pada tahun 2006, sebagian dari kredit atau sebanyak Rp 2,5 miliar dialihkan ke Badan Keluarga Berencana Kabupaten Magetan untuk mendukung kredit usaha kelompok mandiri. Jadi kredit yang tersisa untuk kredit ekonomi rakyat Intan Persada hanya Rp 4,5 miliar. Dalam perjalanannya, tidak semua kredit sebanyak Rp 4,5 miliar ini bisa dibayar oleh 630 kreditur.
Norik – Bagaskarafm Magetan
Waralaba Abal-Abal Menjamur?
Isu Gratifikasi Medis Disoroti Satgas Rujukan