Pilih Laman

Ledakan-biogas-

Ledakan biogas diprediksi akan mengancam sebagian wilayah Jakarta. Ledakan yang disinyalir akibat menumpuknya timbunan sampah sempat terjadi di Cikini tahun 2010 yang lalu.

Buruknya pengelolaan gorong-gorong atau sistem pembuangan air di Jakarta menjadi pemicu penimbunan sampah yang bisa menghasilkan biogas yang mudah terbakar.

Tiga ledakan dari bawah tanah terjadi di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Ledakan itu mengakibatkan rusaknya trotoar jalan. Tidak ada korban luka dari peristiwa itu.

Kepolisian sektor Jakarta Pusat menerjunkan tim laboratorium kriminal Polri guna mengusut kejadian itu. Kapolres Jakarta Pusat Hamidin menyimpulkan, ledakan bukan berasal dari pipa gas yang bocor milik Perusahaan Gas Negara (PGN) tetapi bisa berasal dari timbunan sampah yang tertutup dalam gorong-gorong sehingga menjadi biogas.

“Tadi disampaikan PGN, kemungkinan disebabkan akumulasi dari sampah dan lain-lain yang berubah jadi biogas. Ini sedang kita pelajari. Karena Perusahaan Gas Negara bilang bukan, dari Lab kriminal Polri akan melakukan penelitian dari versi kita,” kata Hamidin.

Pengamat tata kota Yayat Supriyatna memprediksi ledakan di Cikini, bisa terulang di sebagian wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Yayat mengatakan buruknya pengelolaan tata kota dan permukaan tanah Jakarta yang terus menurun membuat gorong-gorong menjadi tersumbat dan bisa memancing terbentuknya biogas.

Soal biogas, pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM Darwin Saleh berkesempatan menjelaskannya. Menurutnya, biogas adalah gas yang menyeruak dari kotoran mahluk hidup.

Sebagaimana kita ketahui, pada daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, jarak rumah yang berdempetan serta jarak septiktank yang berdekatan, menyebabkan penguraian kotoran tidak sempurna dan menghasilkan biogas.

Hal senada disampaikan pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna. Dia mewanti-wanti, "Bisa jadi 40 persen wilayah Jakarta kalau tidak dibenahi bisa terjadi ledakan di mana-mana."

Yayat mengambil contoh berbagai ledakan biogas yang terjadi di beberapa Tempat Pembuangan Sampah Akhir di daerah. "Kejadian yang sama terjadi di Leuwi Gajah dan Pulo Gebang," katanya.

Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari aktivitas anaerobik atau fermentasi bahan-bahan organik. Pemasok biogas di antaranya adalah kotoran manusia dan hewan, limbah rumah tangga, dan sampah organik yang bisa diuraikan dalam kondisi anaerobik. Bisa dikatakan, di mana ada biogas di situ ada tumpukan sampah. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbondioksida.

Belajar dari kasus ini, hendaknya kota-kota dengan tata perumahan yang padat dapat mencegah kemungkinan terjadi ledakan biogas dengan membuat saluran irigasi yang baik, penanganan pembangan sampah yang teruji dan sosialisasi penggunaan biomars pada setiap septiktank untuk mencegah terbentuknya biogas.

[Dirangkum dari berbagai sumber.]

7 Miliar Penduduk, Dunia Hadapi Masalah Kotoran Manusia