Pilih Laman

Magetan,CBS
Sesuai Permendagri Nomor 2 tahun 2016, mulai 19 Januari lalu, seluruh anak wajib memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai identitas anak yang berusia dibawah 17 tahun dan Belum menikah. Nyatanya, hingga akhir Januari program pemerintah pusat tersebut belum berjalan di Kabupaten Magetan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Magetan, Hermawan, berdalih, lambatnya penerapan KIA di Kabupaten Magetan akibat kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) di kantor Dukcapil Kabupaten Magetan. ” Kami kekurangan SDM untuk melaksanakan program KIA”,kata Hermawan, Rabu (31/1).

Dikatakan Hermawan, staf Dukcapil Magetan hanya 34 orang. Sebanyak 20 orang lebih berada dibagian layanan Adminduk dan Capil. ” Total staf kami 34, sebagian besar di layanan Adminduk dan Capil, ” keluhnya.
Meski mengaku kekurangan SDM, Hermawan memastikan bulan ini (Februari) sudah dapat melayani permohonan KIA. ” Kami upayakan Februari akan dapat melayani KIA”, ungkapnya.
Hermawan memastikan blangko KIA telah ada di Kantor Dukcapil Kabupaten Magetan. ” Logistik KIA kami aman, kendalanya SDM, ” pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan Permendagri No 2 Tahun 2016, seluruh anak wajib memiliki KIA sebagai identitas jati diri anak yang berusia di bawah 17 tahun dan belum menikah. KIA diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota.

Disebutkan dalam Pasal 2 Permendagri No 2 Tahun 2016, Pemerintah menerbitkan KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

Dalam Permendagri mengatur jenis KIA. Pertama, KIA diperuntukan anak berusia 0 hingga 5 tahun. Kedua, KIA diperuntukan anak berusia 5 hingga 17 tahun.

Norik – Bagaskarafm Magetan

Nanik Sumantri Pensiun ASN Juli 2016.
Nasib Warem Maospati Tinggal Tunggu Waktu.