Pilih Laman

Magetan-

Bahaya Hoax (berita palsu atau berita bohong) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 menjadi perhatian Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Riffai.

Kapolres mengingatkan, agar warga Magetan cerdas sebagai nitizen, tidak langsung share berita berpotensi hoax atau menyebarkan kabar hoax. ” Hati- hati dalam memosting kegiatan Pemilu, apalagi memuat Hoax,” kata Muhammad Riffai, ketika menyampaikan sambutan dalam giat Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan Pemilu tahun 2019 di Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan, Senin ( 19/11).

Disisi lain, Kapolres mengaku akan terus meningkatkan koordinasi dengan tokoh agama dan ulama di Kabupaten Magetan untuk menyaring informasi demi kelancaran Pemilu khususnya di Kabupaten Magetan. ” Kita perlu pendekatan kepada tokoh agama dan para ulama untuk meningkatkan informasi dan koordinasi,” tegas Muhammad Riffai.

Sebagai informasi, penyebar hoax di media sosial atau internet dijerat dengan pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

 Disebutkan pada ayat 2 pasal 28 UU ITE, Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ditegaskan dalam pasal 45 atau 2 UU ITE, setiap orang yang memenuhi unsur yang dimaksud dalam pasal 28 ayat 1 atau ayat 2 maka dipidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

  • Norik CBS
UMK 2019, Pemkab usulkan Rp 1,6 Juta, Pemprov Sahkan Rp 1,7 Juta.
Hujan-Angin 15 Menit, Pohon Tumbang Hingga Bangunan Porak-Poranda.