Pilih Laman
Magetan-CBS
Gratifikasi didunia medis, menjadi sorotan Satuan tugas (Satgas) Rujukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur.
Anggota Satgas Rujukan Dinkes Pemprov Jawa Timur, Muhamad Ardian Cahaya Laksana, berharap, praktik gratifikasi didunia medis segera dihentikan. ” Temuanya beragam, salah satunya fee yang diberikan rumah sakit kepada Fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat pertama, ketika merujuk pasien,” kata Muhamad Ardian Cahaya Laksana , Sabtu kemarin (4/8).
Dijelaskan Ardian, munculnya gratifikasi rujukan akan mengubah tujuan utama merujuk pasien dari Faskes tingkat pertama, bukan lagi berkaitan dengan penanganan pasien namun kearah memburu fee yang dijanjikan oknum rumah sakit. ” praktik ini menyebabkan motifikasi berbeda oleh tenaga kesehatan, seharusnya bisa normal, namun karena ngejar fee akhirnya dirujuk ke rumah sakit,” ungkapnya.
Larangan praktik gratifikasi rujukan telah komplit, mulai tertuang di kode etik Kedokteran, Kode etik Bidan hingga Undang- undang  Nomor  31 Tahun  1999  tentang  Pemberantasan  Tindak Pidana  Korupsi  (UU  Tipikor). ” Perangkat hukumnya telah ada, jadi kita tinggal benahi pelaksana medisnya,” tegas Anggota Satgas Rujukan DinKes Pemprov Jatim.
Terpisah, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Magetan, Furiana Kartini, berharap tenaga medis di Kabupaten Magetan menjauhi praktik gratifikasi terkait layanan kesehatan untuk masyarakat. ” Kami telah sampaikan kepada rekan- rekan ditingkat Puskesmas, jangan sampai menerima gratifikasi apapun terkait layanan kepada masyarakat,” ungkap Kadinkes Magetan.
Sebagai informasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan menggelar Penandatanganan Nota Kesepakatan dan Pakta Integritas Gratifikasi Rujukan bersama sejumlah Faskes di wilayah Kabupaten Magetan, Sabtu (4/8). Hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah pengelola rumah bersalin, Kepala Puskesmas serta Perawat RSUD dr Sayidiman Kabupaten Magetan.
Norik – Bagaskarafm Magetan
Menolak Lupa, Kasus Kredit Mancet Intan Persada Pemkab Magetan.
Terancam Dibongkar Cepat, Publik Soroti Anggaran Banner Forkompimda.