Pilih Laman
Magetan-
Bencana musiman Longsor dan Banjir berpotensi terjadi di Kabupaten Magetan akibat tingginya itensitas hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan menyebut, potensi longsor rawan terjadi di 7 (tujuh) Kecamatan, sedangkan banjir 3 (tiga) Kecamatan rawan terendam air, termasuk Kota Magetan. ” Wilayah kota juga rawan terjadi genang air akibat drainase buruk,” kata Fery Yoga, Kepala seksi ( Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Magetan, Selasa ( 13/11).
Peningkatan kewaspadaan dilakukan di Kecamatan Kartoharjo, khususnya desa Jajar dan Ngelang sebagai wilayah langganan banjir  akibat luapan sungai ulo serta Daerah Aliran Sungai ( DAS) Madiun. ” Selain Kecamatan Lembeyan wilayah Kedungpanji, langganan banjir kerap terjadi di desa Jajar dan Ngelang Kecamatan Kartoharjo,” jelas Fery Yoga.
Sedangkan wilayah longsor, Kecamatan Poncol menjadi titik pantau utama BPBD Kabupaten Magetan, selain jalur Sarangan – Cemoro Sewu yang rawan  terjadi bencana alam tanah longsor. ” Wilayah rawan longsor Kecamatan poncol dan jalan tembus  Magetan – Karanganyar di Kecamatan Plaosan,” tegas Fery Yoga.
BPBD Kabupaten Magetan melibatkan 40 relawan serta anggota Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) untuk memantau wilayah zona rawan bencana alam. ” Kita terjunkan 40 relawan  dan Pusdalops PB, untuk reaksi cepat jika terjadi bencana alam,” pungkas Fery Yoga.
  • Norik CBS
Kesehatan 48 Ribu Rakyat Miskin Dijamin PemKab.
Promosi Wisata, Jadi Tugas Wajib Bagus-Dyah.