Pilih Laman

Magetan  CBS.Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbudaya) Kabupaten Magetan memperkenalkan seni menempel dengan media tisue atau napkin, pada Pekan Pasar Rakyat Magetan (PPRM) dalam rangka hari jadi ke 342 Kabupaten Magetan di GOR Ki Mageti Magetan yang digelar mulai 12-16 Oktober.

Bagi kalangan pecinta seni, Napkin dikenal dengan istilah Decoupage. Decoupage sendiri berasal dari bahasa Prancis ” découper” yang memiliki arti memotong. Decoupage merupakan kerajinan atau bentuk seni yang memerlukan potongan-potongan bahan (biasanya kertas) yang ditempel pada objek dan kemudian dilapisi dengan pernis atau pelitur.

Proses ini membuat tampilan potongan-potongan kertas yang rata tampak dalam dan membuat pola serta gambar terlihat seolah-olah dilukis pada objek yang diproses dengan teknik decoupage. Decoupage adalah cara menyenangkan dan mudah untuk mendekorasi objek apa saja, termasuk benda-benda di rumah mulai dari vas kecil hingga furnitur berukuran besar.

Kepala Dinas Parbudaya Kabupaten Magetan, Siran, mengaku akan mengembangkan seni Decoupage untuk menunjang destinasi  wisata di Kabupaten Magetan.

Dikatakan Kepala Disparbudaya, Kabupaten Magetan memiliki pesona alam serta Sumber Daya Manusia ( SDM) yang berkualitas, dua potensi tersebut akan terus dikembangkan untuk menunjang Kabupaten Magetan sebagai Kabupaten jujugan wisata Nasional.

Anton Suroso – Bagaskarafm Magetan

Gandeng Kharisma Pawirogo, Tarik Investor Ke Magetan.
HUT Ke 342 Kabupaten Magetan