Pilih Laman

Magetan, CBS
Muhibah budaya Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Kabupaten Magetan telah menjadi wujud nyata bilateral antara Magetan dan Yogyakarta.

Kehadiran Sri Sultan Hamengkubowono X, untuk bertemu Bupati Magetan, Sumantri, meninggalkan pesan yang dalam dari dua sosok pemimpin di tanah jawa tersebut.

Tarian Budoyo Amurwo Bumi menjadi sajian sakral dihadapan Raja Yogyakarta serta Bupati Magetan, Sumantri, di pendopo Surya Graha, Sabtu (21/4) malam. Tari Budoyo Amurwo Bumi, bagi Sri Sultan terasa sangat Istimewa. Selain diciptakan langsung oleh beliau, Tarian Budoyo Amurwo Bumi dilahirkan ketika Sri Sultan Hamengku Buwono IX mangkat.

” Ini seni tari asli dari tanah Jawa yang saya ciptakan ketika Sri sultan Hamengku Buwono ke IX mangkat, ” kata Sri Sultan Hamengkubowono X, Sabtu (21/4).

Dalam sambutanya, Sri Sultan berharap, rakyat Kabupaten Magetan dapat menjaga jati diri sebagai orang Jawa di era Milenium.  ” Mari jadikan jatidiri Jawa sebagai daya saing era globalisasi saat ini, ” ajak Gubernur DIY tersebut.
Disisi lain, Sri Sultan Hamengkubuwono X, terkesan dengan sambutan rakyat Kabupaten Magetan serta Pemkab Magetan selama rombongan berada di Kabupaten Magetan.

” Saya sangat berterima kasih atas sambutan hangat warga Kabupaten Magetan beserta Jajaran Pemkab Magetan, khususnya bapak Bupati, Sumantri. ” pungkasnya.
Sebagai informasi, Pemprov DIY bersama Pemkab Magetan mengelar Muhibah Budaya sebagai wujud bilateral Kabupaten Magetan dengan Pemprov DIY. Kegiatan dipusatkan di Alun-alun Magetan sejak 17 April hingga 22 April 2018.

Norik – Bagaskarafm Magetan

Dewan Usulkan Pengaman Jalan Ngerong- Sarangan.
Jelang Ramadan, Harga Bahan Pangan Aman.