Pilih Laman

Magetan,CBS

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( Permasdes) Kabupaten Magetan, menggelar Bursa Inovasi Desa yang diikuti ratusan desa di Kabupaten Magetan, Kamis (28/12).

Acara yang digelar di GOR Ki Mageti Kabupaten Magetan tersebut, dibuka secara resmi oleh Bupati Magetan, Sumantri, bersama Ketua DPRD Magetan, Joko Suyono, serta disaksikan oleh seluruh Kepala OPD lingkup Pemkab Magetan.

Bursa Inovasi Desa, menampilkan inovasi dari desa – desa se- Kabupaten Magetan, mulai pengembangan destinasi wisata desa, usaha kecil menengah (UKM), Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) serta inovasi desa berbasis internet.

Bupati Magetan, Sumantri, mengaku bangga dengan inovasi yang telah dikembangkan sejumlah desa di Kabupaten Magetan. ” Bangga sekali dengan inovasi yang dikembangkan desa, mulai destinasi wisata, UKM serta BUMDes,” kata Bupati Sumantri, Kamis ( 28/12).

Kedepan Bupati berharap, desa – desa di Kabupaten Magetan dapat memanfaatkan anggaran desa yang mengalir dari pemerintah pusat, mulai pengembangan UKM, menciptakan lapangan kerja  agar ikut serta mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Magetan. ” Tingkatkan UKM, ciptakan lapangan kerja untuk masyarakat setempat, agar Magetan bebas dari kemiskinan,” harap Bupati Sumantri.

Terpisah, Kepala Dinas Permasdes Kabupaten Magetan, Iswahyudi Yulianto, mengakui jika penyerapan anggaran oleh desa- desa di Kabupaten Magetan masih berbasis fisik. Penyerapan untuk bidang lain, seperti pemberdayaan UKM, menciptakan lapangan kerja masih minim.” Masih berlomba – lomba membangun fisik, harusnya dibelanjakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, mulai pemberdayaan UKM serta pembuatan BUMDes,” ujarnya.

Diharapkan, dengan kegiatan Bursa Inovasi Desa tersebut, dapat merangsang desa – desa yang  belum melakukan inovasi.” Kegiatan ini sebagai motor untuk desa – desa lain, agar menciptakan inovasi didesa mereka masing- masing,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam setahun sedikitnya dana Rp 200 Miliar mengalir ke Kabupaten Magetan untuk diteruskan ke 207 desa, mulai dari DD sebesar Rp 196 Miliar, ADD sebesar Rp 96 Miliar serta Bagi hasil pajak sebesar Rp 5 Miliar. Rata- rata per desa menerima anggaran Rp 1,3 Miliar hingga Rp 1,4 Miliar per tahun.

Dinas Pariwisata Siapkan Proyek Toilet Rp 300 Juta.
Bupati Kerahkan Petugas Gabungan Buru PNS Kelayapan.