Pilih Laman

Magetan,CBS
Hujan deras disertai badai terjadi di jalur pendakian gunung Lawu, Cemoro sewu, Kelurahan Sarangan,  Kecamatan Plaosan, Ahad(21/1).

Warga Cemoro sewu mengingatkan bahaya bagi pendaki yang hendak naik ke puncak gunung Lawu. ” Kami hanya ingatkan, jangan naik dulu,ini sangat berbahaya”, kata Agus (45), warga Cemoro Sewu, Ahad (21/1).

Dikatakan Agus, bagi warga lereng gunung Lawu, badai yang terjadi saat ini dikenal dengan sebagai Mongso  Kapitu (23 Desember – 3 Pebruari). ” Kami nyebutnya mongso kapitu, ganas-ganasnya badai di gunung Lawu”, ungkapnya.
Ironisnya, peringatan warga tersebut kerap dicueki sejumlah pendaki. ” Tadi ada yang nekat naik tujuh orang, sudah kami ingatkan tapi tetap naik, kami biarkan saja”, keluh Agus.

Terpisah, Dewi Masitoh, warga Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengaku sejak Sabtu ( 20/1) lalu, tiba di jalur pendakian cemoro sewu. Akibat cuaca ekstrem Dewi dan ketiga rekanya bertahan di warung area cemoro sewu.” Kemarin tiba disini, karena cuaca seperti kayak  gini, kami belum tahu rencana selanjutnya, kemungkinan kembali”,ujarnya di amini ketiga rekannya.

Sebagai informasi, pintu pendakian gunung Lawu melalui cemoro sewu, Jawa Timur, ditutup sejak Jumat ( 19/1). Pasalnya, cuaca ekstrem terjadi di wilayah cemoro sewu hingga  obyek wisata Telaga Sarangan.

Norik – Bagaskarafm Magetan

Rakyat Pertanyakan Hasil Kegiatan Pejabat Ke Yogjakarta.
Bahas RPJMD, Eksekutif - Legislatif Bertolak Ke Yogyakarta.