Pilih Laman

tvOne Newsticker

Beranda

Live Streaming

Program tvOne

Rilis Pres

Jadwal

Indeks

Karier

Tentang Kami

Sabtu, 14 April 2012

Kabar IPTEKAnak Sapi Persilangan Sapi & Banteng Lahir di Taman Safari PrigenSabtu, 7 April 2012 20:45 WIBPasuruan, (tvOne).

Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Pasuruan, Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur berhasil melahirkan seekor pedet (anak sapi) hasil persilangan induk betina Sapi Bali (Bos javanicus f. domestica) dengan pejantan Banteng Jawa (Bos Javanicus).

Anak sapi hasil persilangan antara induk Sapi Bali dengan Banteng Jawa yang lahir di Taman Safari Indonesia II Prigen, Kamis (05/4) lalu berjenis kelamin jantan dengan bobot 21 kilogram.

Bayi sapi itu hasil gagasan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo atau yang akrab dipanggil Pak De Karwo yang kini masih dirawat intensif di kandang karantina TSI Prigen diberi nama Sapi Dewo (singkatan dari Pak De Karwo).

Manager TSI II Prigen, Tommy Sands Wungkar,sabtu, mengatakan, anakan jenis baru tersebut merupakan salah dari dari 10 sapi Bali yang disilangkan dengan pejantan Banteng Jawa di TSI Prigen.

Tommy menjelaskan, proyek persilangan sapi Bali dengan banteng Jawa kerja sama antara Dinas Peternakan Provnsi jawa Timur dengan TSI II Prigen merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas genetika dan produktivitas daging sapi Bali.

Dijelaskan, gagasan Gubernur Jawa Timur tersebut telah dirintis sejak 2010 lalu. Tujuannya, memanfaatkan potensi genetika banteng Jawa yang merupakan endemik Jawa Timur untuk memperbaiki sapi Bali yang ada di Jawa Timur.

Kurator Satwa TSI II Prigen, Ivan Chandra mengatakan, hasil perkawinan silang antara sapi Bali dengan pejantan banteng Jawa mampu menghasilkan anakan sapi Bali dengan performance berbeda dengan sapi Bali pada umumnya yang telah mengalami penurunan kualitas akibat perkawinan sedarah (inbreeding) yang telah berlangsung puluhan tahun.

Akibatnya, lanjut Ivan, kualitas maupun produktivitasnya dagingnya juga turun. Sapi hasil perkawinan silang dengan banteng diprediksi akan mampu menghasilkan bobot sekitar 450 kilogram per ekor atau lebih tinggi dari bobot sapi Bali pada umumnya, yaklni sekitar 300 kilogram per ekor.

Ivan juga mengatakan, sapi baru hasil persilangan juga akan menghasilkan sapi yang kebal dengan virus Jembrana yang selama ini menjadi masalah pengiriman sapi Bali ke tempat lain karena penularan virus.

Sedangklan sapi baru hasil silang masih membawa sifat sapi Bali yang memiliki angka reproduksi yang tinggi dan tingkat adaptasi yang sangat baik terhadap kondisi pakan yang jelek, bahkan toleransi terhadap lingkungan yang panas. Sedangkan kelemahannya yang rentan terhadap penyakit tertutupi oleh bakat banteng jawa yang kuat terhadap jenis virus tertentu.

Diketahui pula banteng juga merupakan nenek moyang dari sapi Bali, atau dengan kata lain sapi Bali merupakan hasil domestikasi. Sehingga keturunan hasil persilangan antara antara sapi Bali dengan banteng Jawa yang mempunyai keunggulan tersebut bisa dikembangkan sebagai bibit unggul sapi Bali.

Dijelaskan, kegiatan penyilangan antara induk sapi bali dengan pejantan banteng dimulai dengan mendatangkan lima ekor sapi Bali betina oleh Dinas Peternakan Jawa Timur pada 20 April 2011 lalu. Sedangkan pejantan banteng yang digunakan adalah Matos, seekor banteng jantan yang telah berumur lima tahun, hasilpenangkaran TSI II Prigen.

Setelah proses adaptasi, setrelah sekitar sepekan kemudian Matos mulai mengawini sapi-sapi tersebut. Selama masa kebuntingan, tim medis TSI Prigen dan Dinas Peternakan Jatim secara rutin terus memantau dan memeriksa kebuntingan. Bahkan tim juga telah menyiapkan tim bedak caesar sebagai persiapan untuk berjaga-jaga seandainya terjadi distokia.

Setelah menunggu 9 bulan 10 hari, dan mempersiapkan kandang kelahiran , maka pada 5 April lalu sekitar pukul 10.20 lahir seekor anak sapi jantan hasil persilangan tersebut secara normal. Anak sapi jenis jantan lahir dengan bobot 21 kilogram, tinggi 72 centimeter, panjang badan 45 centimeter, dan lingkar dada 67 centimeter.

Dari data tersebut terlihat adanya peningkatan berat lahir jika dibandingkan dengan berat lahir anak sapi Bali yang berkisar antara 12 kilogram hingga 17 kilogram, atau terjadi peningkatan signifikan bobotnya sebesar empat kilogram. (Ant)

4578

Pemerintah Buka Sayembara Logo KTT APEC 2013
Menteri PU Memesan Satu Unit Mobil Esemka