Pilih Laman

AHLI Biofisika di Universitas Harvard, Kaare Jensen, menyebutkan bahwa pertumbuhan daun tidak serumit yang dibayangkan. Ketika spesies satu dengan spesies lain dibandingkan, pohon yang lebih pendek memiliki daun yang lebih besar ketimbang pohon yang tinggi.

Lalu, pohon yang paling tinggi mempunyai daun yang panjangnya 10-20 sentimeter. “Ini adalah observasi sederhana,” kata Jensen.

Jensen melakukan penelitian tentang pertumbuhan daun itu bersama Maciej Zwieniecki dari Universitas California.

Jensen dan Zwieniecki yakin penemuan mereka hanya berlaku pada tumbuhan berbunga atau angiosperma seperti maple dan pohon ek (oak). Sementara kelompok gymnosperma seperti cemara tidak.

Dari 1.925 spesies, mereka menemukan bahwa angiosperma yang tingginya kurang dari 30 meter memiliki panjang yang sangat variatif, dari mulai 3 sentimeter sampai 60 sentimeter.

Peneliti yakin bahwa aliran getah dan energi ada hubungannya dengan panjang daun.

Metronews

Sekolah Swasta Sambut Baik Pembubaran RSBI
Capung Punya Kemampuan Mirip Manusia