Pilih Laman

Magetan,cbs

Warga Jalan Thamrin, Kelurahan Magetan, menolak paket lebaran dari pengusaha pengolahan kulit, sebagai aksi protes bau busuk limbah yang diduga berasal dari Lingkungan Industri Kulit (LIK) di Jalan Teuku Umar, Desa Ringinagung, Kecamatan Magetan.

Aksi protes diluapkan dengan memasang banner bernada sindiran kepada pengusaha pengolahan kulit di pintu masuk RW 03, Jalan Thamrin, Kelurahan/ Kecamatan Magetan.

Diungkapkan Iqbal, Ketua RW O3, Kelurahan Magetan, warga menolak parcel lebaran dari pengusaha di LIK, sebagai aksi protes limbah kulit. ” Kami kurang sabar bagaimana, sejak tahun 1985 sudah terpapar bau busuk kulit. Kami sepakat menolak paket lebaran,” kata Ketua RW, Senin (11/6).

Dikatakan Ketua RW, selama bulan ramadhan, warganya dipaksa menghirup limbah  pengolahan kulit. Ironisnya, tidak ada upaya dari LIK meski mencemari telah mencemari lingkungan. ” Selama bulan Ramadhan baunya sangat luar biasa menyengat,” jelas Iqbal.

Warga menolak tunduk kepada pengusaha kulit, jika parcel yang diberikan tersebut, untuk membungkam protes warga atas pencemaran lingkungan tersebut. ” Kita tidak ingin terbeli jika menerima bingkisan,” pungkas Iqbal.

Norik – Bagaskarafm Magetan

Nama-Nama Calon Kepala Dinas Sudah Ditangan Bupati.
Cuti Bersama, Bupati Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Aktif