Pilih Laman

Magetan-
Periode Januari – Februari, dua anak di Kabupaten Magetan meninggal akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.
Korban pertama Rasya Nindiez (9) warga Desa Sambirembe, RT 1/ RW 1, Kecamatan Karangrejo. Almarhum Rasya menghembuskan nyawanya 14 Januari lalu di RSUP dr, Soedono, Kota Madiun.
Korban kedua, Aida Ramdhina Nafiah (7,5) warga Desa Bangunasri, RT 8/ RW 2 Kecamatan Barat. Korban meninggal di RSIA Bhakti Persada, Kecamatan Barat, Minggu (3/2). Korban dimakamkan di TPU Desa setempat, Minggu (3/2) malam.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan, sejak awal tahun 2019 hingga 4 Februari, jumlah penderita DBD yang dilaporkan mencapai 78 kasus, korban meninggal dunia 2 penderita.” Yang dilaporkan mencapai 78 kasus, dua penderita meninggal dunia,” kata Plt Kepala Dinkes Kabupaten Magetan, Furiana Kartini melalui Didik Setyo Margono, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinkes Magetan, Senin (4/2).
Bupati Magetan, Suprawoto, mengaku belum menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atas serangan nyamuk Aedes aegypti yang telah merenggut dua anak di Kabupaten Magetan tersebut.” Jika harus KLB  nanti kita tetapkan, karena penetapan KLB ada syaratnya,” ujar Suprawoto.

Norik

Bupati Telusuri OPD Pemberi Ijin Bangunan Tiket Stadion Jadi Area Jualan Mamin.
Proyek Stadion Rp 865 Juta Berakhir Jadi Warung Mamin?